Mengikuti kegiatan IBMC (International Islamic Business Management Conference 2026) menjadi pengalaman yang berkesan bagi saya. Kegiatan ini bukan hanya memberikan kesempatan untuk mempresentasikan materi, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, melatih kemampuan bahasa Inggris, meningkatkan kepercayaan diri, dan bertemu dengan orang-orang baru. Bagi saya, pengalaman ini memberikan banyak pelajaran berharga yang akan saya ingat.
Dalam kegiatan IBMC, saya berkesempatan menjadi presenter dengan membawakan materi tentang Digital Profit-Sharing Compensation (DPSC). Materi ini membahas konsep kompensasi dan pembagian keuntungan berbasis digital yang menekankan transparansi, keadilan, dan tanggung jawab. Melalui presentasi ini, saya belajar untuk memahami materi dengan lebih baik sekaligus melatih kemampuan menyampaikan informasi dalam bahasa Inggris.
Sebelum tampil, saya sempat merasa gugup dan takut. Ada kekhawatiran jika saya melakukan kesalahan saat berbicara atau mengalami kesulitan ketika menyampaikan materi. Namun, saya menyadari bahwa kesempatan ini merupakan pengalaman yang baik untuk keluar dari zona nyaman dan mencoba hal baru. Seiring berjalannya presentasi, saya mulai merasa lebih tenang dan menikmati prosesnya.
Salah satu hal yang membuat pengalaman ini semakin menyenangkan adalah kebaikan para panitia. Ketika saya mengalami kesulitan untuk berpindah ke slide PowerPoint berikutnya, mereka dengan sigap membantu saya. Hal sederhana tersebut sangat berarti karena membuat saya merasa terbantu dan dapat melanjutkan presentasi dengan lebih nyaman. Para pembimbing juga memberikan kesan yang positif karena mereka bersikap ramah dan suportif selama kegiatan berlangsung.
Dari pengalaman tersebut, saya menyadari bahwa lingkungan yang mendukung dapat membantu seseorang menghadapi rasa gugup dan lebih percaya diri. Awalnya, saya merasa takut ketika harus tampil di depan audiens, tetapi dukungan dari orang-orang di sekitar membuat saya perlahan merasa lebih nyaman. Pengalaman ini mengajarkan saya bahwa kita tidak harus selalu merasa siap untuk mencoba sesuatu yang baru. Terkadang, keberanian justru muncul ketika kita bersedia melangkah dan menjalani prosesnya.
Selain mendapatkan pengalaman sebagai presenter, saya juga berkesempatan mengenal teman baru dari Universitas Pasundan (UNPAS). Kami sama-sama menjadi presenter, tetapi berasal dari program studi yang berbeda. Bagi saya, hal ini menjadi salah satu bagian menyenangkan dari kegiatan IBMC karena saya dapat memperluas pertemanan dan mengenal mahasiswa dari lingkungan akademik yang berbeda.
Secara keseluruhan, mengikuti IBMC menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi saya. Saya tidak hanya memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan materi DPSC, tetapi juga belajar mengatasi rasa gugup, melatih kemampuan bahasa Inggris, meningkatkan kepercayaan diri, dan membangun relasi baru. Pengalaman ini membuat saya memahami bahwa sebuah kegiatan akademik dapat memberikan pelajaran yang jauh lebih luas daripada sekadar materi yang dipelajari.
Saya berharap pengalaman menjadi presenter di IBMC dapat menjadi bekal bagi saya untuk terus berkembang, baik dalam dunia perkuliahan maupun dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional. Saya juga ingin terus meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan keberanian untuk tampil di depan umum agar dapat menghadapi kesempatan berikutnya dengan lebih baik.
Pada akhirnya, pengalaman IBMC mengajarkan saya bahwa setiap kesempatan memiliki nilai tersendiri. Rasa gugup yang awalnya terasa menakutkan dapat berubah menjadi pengalaman berharga ketika kita berani mencoba dan berada di lingkungan yang penuh dukungan. Bagi saya, IBMC bukan hanya tentang presentasi, tetapi juga tentang proses belajar, bertumbuh, dan menemukan pengalaman baru yang bermakna.

