Kembali ke Portal Berita
Teknologi

SEO Sudah Tidak Cukup, Saatnya Mengenal Generative Engine Optimization (GEO)

Rohmat Sarman
Rohmat SarmanDosen / Penulis Utama
14 Juli 2026
3 min read
SEO Sudah Tidak Cukup, Saatnya Mengenal Generative Engine Optimization (GEO)

Beberapa tahun terakhir, optimasi mesin pencari identik dengan Search Engine Optimization (SEO). Pemilik website berlomba-lomba mengejar posisi teratas di halaman hasil pencarian dengan memilih kata kunci yang tepat, membangun tautan berkualitas, dan meningkatkan pengalaman pengguna.

Namun, cara orang mencari informasi mulai berubah. Pengguna kini semakin sering memperoleh jawaban langsung dari sistem berbasis kecerdasan buatan tanpa harus membuka banyak halaman web. Dalam situasi ini, tantangan baru muncul: bukan hanya bagaimana membuat website muncul di hasil pencarian, tetapi bagaimana membuat konten menjadi sumber yang dipilih dan dirujuk oleh AI.

Perubahan inilah yang melahirkan konsep Generative Engine Optimization (GEO). GEO bukan pengganti SEO, melainkan evolusi strategi optimasi konten agar tetap relevan di era pencarian berbasis AI.

Generative Engine Optimization (GEO) adalah strategi mengoptimalkan konten agar mudah dipahami, dipercaya, dan direkomendasikan oleh mesin pencari berbasis kecerdasan buatan seperti ChatGPT, Google AI Overviews, Gemini, Claude, dan Perplexity. GEO melengkapi SEO dengan menekankan kualitas informasi, struktur konten, kredibilitas, dan kemudahan diproses oleh AI.

Generative Engine Optimization (GEO) adalah pendekatan optimasi konten yang bertujuan meningkatkan peluang sebuah website menjadi sumber rujukan bagi mesin pencari berbasis kecerdasan buatan. Jika SEO berfokus pada peringkat hasil pencarian, GEO berfokus pada peluang agar konten dipahami, dipercaya, dan dirangkum oleh sistem AI saat menjawab pertanyaan pengguna.

Bagikan Reaksi Anda terhadap Berita Ini

Bagikan Artikel Ini
Rohmat Sarman

Tentang Penulis

Rohmat Sarman

Dr. H. Rohmat Sarman, S.E., M.Si. Founder & Editor in Chief – Bisdigverse Dr. H. Rohmat Sarman, S.E., M.Si. adalah akademisi, peneliti, penulis, dan praktisi yang memiliki perhatian besar terhadap transformasi digital, kewirausahaan, inovasi sosial, serta pengembangan ekosistem bisnis digital di Indonesia. Saat ini beliau menjabat sebagai Ketua Program Studi S1 Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pasundan (FEB UNPAS), sekaligus memimpin pengembangan kurikulum dan ekosistem pembelajaran bisnis digital yang berorientasi pada kebutuhan industri. Sebagai peneliti, fokus kajiannya meliputi Digital Business, Artificial Intelligence for Business, Digital Transformation, Entrepreneurship, Community-Based Entrepreneurial Management (CBEM), Digital Marketing, Data Analytics, serta inovasi berbasis komunitas. Ia dikenal sebagai penggagas model Community-Based Entrepreneurial Management (CBEM), sebuah pendekatan kewirausahaan berbasis komunitas yang mengintegrasikan nilai lokal, kolaborasi, dan inovasi sebagai fondasi pembangunan ekonomi berkelanjutan. Selain aktif mengajar dan meneliti, Dr. Rohmat juga produktif menulis buku, artikel ilmiah, dan opini di berbagai media. Baginya, ilmu pengetahuan tidak hanya berhenti di ruang kelas atau jurnal akademik, tetapi harus diterjemahkan menjadi solusi yang dapat dipahami dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Melalui Bisdigverse, ia ingin membangun sebuah media digital yang menjadi ruang belajar, berbagi gagasan, dan kolaborasi bagi mahasiswa, akademisi, pelaku industri, startup, UMKM, serta siapa pun yang ingin memahami perkembangan bisnis digital secara lebih mendalam. Bisdigverse diharapkan menjadi referensi terpercaya mengenai Artificial Intelligence (AI), ekonomi digital, teknologi bisnis, startup, digital marketing, data analytics, fintech, e-commerce, hingga kebijakan transformasi digital di Indonesia. Visi yang diusung adalah menghadirkan konten yang berbasis riset, mudah dipahami, relevan dengan perkembangan zaman, serta memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan, industri, dan masyarakat. "Kami percaya bahwa teknologi bukan sekadar alat, tetapi jembatan untuk menciptakan peluang, memperluas kolaborasi, dan membangun masa depan ekonomi digital Indonesia yang lebih inklusif."

Diskusi Komunitas (0)

Tertarik ikut berdiskusi? Login di sini menggunakan akun Kreator / Editor Anda.
Belum ada komentar diskusi. Jadilah yang pertama memberikan opini cerdas Anda!