Kembali ke Portal Berita
Riset & Analisis

Bukan Sekadar Gaya Terbaik : Mengapa Pemimpin Digital Harus Pandai Membaca Situasi

RADITYA PRATAMA
RADITYA PRATAMAKreator Mahasiswa
14 Oktober 2026
3 min read
171 views
Bukan Sekadar Gaya Terbaik : Mengapa Pemimpin Digital Harus Pandai Membaca Situasi

Bukan Sekadar Gaya Terbaik : Mengapa Pemimpin Digital Harus Pandai Membaca Situasi

Di era tranformasi digital saat ini, landscape bisnis menuntut dinamika kerja yang serba cepat. Bayangkan sebuah skenario, tim yang sama, dengan anggota, keahlian, dan sumber daya yang persis sama, dihandapkan pada 2 situasi yang sangat kontras.

Saat terjadi gangguan sistem (system error) yang mendesak, layanan tidak dapat diakses dengan normal, dan tim perlu menanganinya dengan cepat serta terkoordinasi. Namun, ketika tim tersebut meminta merancang fitur baru untuk meningkatkan pengalaman pengguna (user flow), fokus beralih kepada eksplorasi ide, pengujian, inovasi, kreativitas, kolaborasi, dan pemikiran jangka panjang.

Pernyataannya, apakah kedua situasi ini  membutuhkan pendekatan kepemimpinan yang sama, dan apa yang perlu di pertimbangkan sebelum memilih pendekatan tertentu? Sebagai pakar leadership, mitos terbesar  dalam kepemimpinan modern adalah pencarian satu gaya kepemimpinan terbaik untuk segala kondisi. Padahal, kepemimpinan yang efektif di ruang lingkup bisnis digital bukanlah tentang menentukan satu gaya yang kaku, melainkan tentang kemampuan membaca situasi dengan cepat dan menyesuaikan diri.

 

Memahami Esensi Kepemimpinan vs. Manajemen di Ruang Digital

Banyak orang sering menyamakan kepemimpinan dan manajemen, padahal keduanya memiliki penekanan yang berbeda namun saling melengkapi.

Kepemimpinan berfokus pada penyatuan pemahaman dan komitmen pada tujuan, membangun kepercayaan, serta membantu anggota memahami dan menghadapi perubahan. Ukuran hasilnya adalah komitmen, kerja sama, dan pencapaian tujuan bersama.  

Manajemen berfokus pada penerjemahan tujuan menjadi rencana dan pembagian kerja, mengatur pelaksanaan perubahan, serta menggunakan kewenangan dan prosedur. Ukuran hasilnya adalah ketertiban pelaksanaan, penggunaan sumber daya, dan pencapaian target.  

Dalam organisasi digital, seorang pemimpin sering kali harus menjalankan kedua fungsi ini secara bersamaan. Sebagai contoh, seorang koordinator tim produk digital dapat mengajak anggota menyepakati manfaat fitur baru bagi pengguna (fungsi kepemimpinan), sekaligus mengatur tenggat waktu, tanggung jawab, dan pengujian fitur (fungsi manajemen).  

 

Karakteristik Unik dalam Organisasi Digital

Transformasi digital mengubah cara organisasi bekerja, berkolaborasi, membuat keputusan, dan memberikan nilai kepada pengguna. Beberapa tantangan utama yang menuntut fleksibilitas pemimpin meliputi.

Kerja Virtual dan Hibrida: Tim bekerja dari lokasi berbeda dengan kombinasi kerja di kantor dan jarak jauh, sehingga membutuhkan komunikasi yang jelas, disiplin, dan kepercayaan.  

Perubahan Teknologi yang Cepat: Alat, platform, dan metode kerja terus berkembang, menuntut pemimpin mengikuti perkembangan teknologi dan menyesuaikan cara kerja tim.  

Koordinasi Lintas Fungsi: Proyek digital melibatkan fungsi bisnis, teknologi, operasional, pemasaran, dan keuangan, di mana kolaborasi lintas fungsi menjadi kunci keberhasilan.  

Keputusan Berbasis Data & Kecepatan Inovasi: Siklus pengembangan yang cepat menuntut pemimpin mendorong eksperimen terarah, mengelola risiko, serta menggunakan data secara kritis dan bertanggung jawab.  

 

Spektrum Pendekatan Kepemimpinan: Dari Situasional hingga Kontemporer

Karena tidak ada satu gaya kepemimpinan yang selalu tepat untuk semua keadaan, pemimpin perlu memahami berbagai pendekatan berikut:

1. Pendekatan Situasional dan Kontingensi

Pendekatan situasional menekankan penyesuaian perilaku pemimpin terhadap kebutuhan anggota pada tugas tertentu, sedangkan pendekatan kontingensi menekankan kesesuaian antara karakteristik kepemimpinan dan kondisi situasi. Respons kepemimpinan dapat disesuaikan dengan tingkat kemampuan dan komitmen anggota, melalui empat bentuk respons utama:  

Mengarahkan (Directing): Memberikan arahan jelas mengenai tugas, langkah, prioritas, dan standar ketika kemampuan anggota masih rendah.  

Membimbing (Coaching): Menggabungkan arahan dengan penjelasan dan dukungan saat kemampuan anggota mulai berkembang.  

Mendukung (Supporting): Lebih banyak mendengarkan, melibatkan, dan menguatkan ketika kemampuan sudah baik namun komitmen perlu didukung.  

Mendelegasikan (Delegating): Memberikan ruang keputusan dan tanggung jawab besar ketika kemampuan dan komitmen anggota sudah tinggi.  

2. Kepemimpinan Transformasional dan Transaksional

Transformasional: Berfokus pada visi, perubahan, dan pengembangan anggota jangka panjang dengan cara menginspirasi serta menumbuhkan makna kerja.  

Transaksional: Berfokus pada target, kesepakatan, penetapan peran, standar yang jelas, serta pemantauan kinerja jangka pendek.

Dalam praktiknya, pemimpin sering menggabungkan keduanya: visi transformasional mendorong inovasi, sementara target dan pemantauan transaksional memastikan eksekusi berjalan terstruktur.  

3. Kepemimpinan Autentik, Etis, dan Kepercayaan

Pemimpin digital juga dituntut memiliki kesadaran diri, konsistensi antara nilai dan tindakan (kepemimpinan autentik), serta menjunjung nilai moral seperti kejujuran, keadilan, dan perlindungan data pengguna (kepemimpinan etis). Kepercayaan dibangun melalui kompetensi, konsistensi, keterbukaan proporsional, dan pemenuhan komitmen.  

 

 

Studi Kasus: Pembelajaran dari Gojek dan Tokopedia

Gojek: Menerapkan kepemimpinan transformasional dengan membangun visi agar aplikasi bermanfaat bagi masyarakat dan mendorong inovasi fitur, serta menerapkan kepemimpinan transaksional melalui penetapan target waktu, standar kualitas, dan evaluasi penyimpangan sistem.  

Tokopedia: Memadukan visi keberhasilan transaksi dan kepercayaan pembeli dengan penetapan indikator kinerja yang jelas, prosedur keluhan yang tertib, serta pemberdayaan lintas fungsi teknologi dan pemasaran.  

 

Kesimpulan: Kepemimpinan Adalah Soal Membaca Situasi

Kepemimpinan yang efektif bukan tentang memilih satu gaya terbaik secara mutlak, melainkan tentang kemampuan membaca situasi dengan tepat. Dengan memahami karakteristik pemimpin, kondisi anggota, jenis tugas, dan situasi lingkungan bisnis digital, seorang pemimpin dapat memilih respons yang relevan untuk mencapai keberhasilan organisasi.

@MUHAMAD ROSMUNZAKI @MUHAMAD RAYNSA DWI PEBRIAN @RANI NUR’AINI @NASYWA SITI AMANY

Bagikan Reaksi Anda terhadap Berita Ini

Bagikan Artikel Ini

Tugas Kelompok: KELOMPOK 2 - BDH26

Diskusi Komunitas (0)

Tertarik ikut berdiskusi? Login di sini menggunakan akun Kreator / Editor Anda.
Belum ada komentar diskusi. Jadilah yang pertama memberikan opini cerdas Anda!