📰 Laporan Lengkap
Bandung, 17 September 2026 — Suasana PKKMB Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pasundan menjadi lebih hidup ketika Machhendra Setyo Atmaja, S.IP., M.I.Kom., Komisaris PT Bank Syariah Nasional, naik ke panggung dan menyampaikan materi bertajuk “Memimpin Dimulai dari Diri Sendiri — Unlock Your Excellence, Create Your Impact.”
Dalam paparannya, Machhendra menekankan bahwa kepemimpinan bukanlah jabatan, melainkan proses panjang yang dibangun dari pengalaman, konsistensi, dan integritas. Ia menampilkan perjalanan kariernya yang tidak linear—dari Pemimpin Redaksi Website Muhammadiyah, Staf Khusus Mendikbud, Staf Khusus Menko PMK, hingga Komisaris PT Bank Syariah Nasional—untuk menunjukkan bahwa adaptasi dan kemampuan belajar adalah fondasi utama kepemimpinan modern.
“Karier tidak harus lurus. Kapasitas untuk belajar, beradaptasi, dan menjaga integritas harus konsisten,” ujarnya.

🌏 Indonesia: Arena Kompetisi yang Besar
Machhendra mengingatkan mahasiswa bahwa mereka sedang bersiap memasuki pasar tenaga kerja yang sangat kompetitif. Dengan 154,91 juta angkatan kerja dan 147,67 juta penduduk bekerja pada Februari 2026, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan gelar.
“Kalian tidak sedang kuliah hanya untuk mendapatkan gelar. Kalian sedang menyiapkan diri masuk ke arena kompetisi lebih dari 150 juta angkatan kerja.”
Ia juga menyoroti realitas ketenagakerjaan: 7,24 juta penganggur, TPT 4,68%, dan rata-rata upah buruh Rp3,29 juta. Angka-angka ini menjadi pengingat bahwa kompetensi, karakter, pengalaman, dan self-leadership adalah pembeda utama.
🔮 Future of Work: Dunia Kerja Tidak Hilang, Tapi Berubah
Mengutip Future of Jobs Report 2025, Machhendra menjelaskan bahwa menuju 2030 akan tercipta 170 juta pekerjaan baru, sementara 92 juta pekerjaan akan tergeser, menghasilkan pertumbuhan bersih 78 juta pekerjaan.
Namun tantangannya besar: 39% skill pekerja akan berubah atau menjadi usang.
“Jangan biarkan gelar bertambah sementara kompetensi berhenti berkembang.”
🧠 Skill yang Dicari: Bukan Sekadar Pintar
Machhendra menekankan bahwa dunia kerja kini mencari kombinasi kemampuan analitis, ketangguhan, fleksibilitas, kreativitas, literasi teknologi, hingga leadership & social influence.
Beberapa skill dengan permintaan tertinggi menurut WEF 2025:
Analytical thinking (69%)
Resilience, flexibility & agility (67%)
Leadership & social influence (61%)
Creative thinking (57%)
Technological literacy (51%)
🤖 AI Literacy: Teknologi Menaikkan Standar, Manusia Menentukan Judgement
Machhendra menegaskan bahwa AI bukan ancaman, tetapi alat yang mempercepat produktivitas. Namun keputusan tetap harus diambil manusia.
Dalam materinya, ia menekankan tiga pilar:
Riset — percepat pencarian dan sintesis, tapi jangan matikan nalar.
Ide — uji argumen dan alternatif, jangan serahkan keputusan pada mesin.
Integritas — produktivitas boleh naik, tanggung jawab tetap di manusia.
📈 Ekonomi Syariah: Peluang Karier yang Terbuka Lebar
Sebagai Komisaris PT Bank Syariah Nasional, Machhendra menyoroti potensi besar industri keuangan syariah.
Rp3.131 triliun aset perbankan syariah (akhir 2025)
8,92% total aset industri keuangan syariah
7,69% pangsa aset perbankan syariah nasional
Ia menyebut berbagai profesi yang akan tumbuh pesat:
Banker, analis, risk, audit, digital, entrepreneur, hingga leader.
🚀 Enam Kebiasaan untuk Dimulai Sejak Semester Pertama
Machhendra menutup sesi dengan enam kebiasaan yang wajib dibangun mahasiswa FEB UNPAS:
Akrab dengan angka
Baca data resmi (BPS, BI, OJK)
Kuasai tools kerja (Excel, SPSS/Python, AI literacy)
Challenge diri memimpin (organisasi, kompetisi)
Magang lebih awal
Bangun literasi finansial
“Skill tumbuh karena dipakai. Leadership tumbuh karena dipraktikkan.”
🏁 Penutup: Memimpin Dimulai dari Diri Sendiri
Machhendra menegaskan bahwa mahasiswa tidak perlu menunggu jabatan untuk mulai memimpin.
“Mulailah dari hal yang paling kecil: memimpin diri sendiri, menepati janji, menyelesaikan apa yang sudah dimulai.”
Pesan ini menjadi penanda bahwa PKKMB bukan sekadar acara penyambutan, tetapi titik awal perjalanan kepemimpinan mahasiswa FEB UNPAS.

