Kembali ke Portal Berita
E-Commerce

Marketplace Vertikal Kecantikan dengan Model B2C dan Strategi Kepercayaan

MUHAMMAD FARID NUR RAHMAN
MUHAMMAD FARID NUR RAHMANKreator Mahasiswa
15 Oktober 2026
3 min read
81 views
Marketplace Vertikal Kecantikan dengan Model B2C dan Strategi Kepercayaan

Analisis Marketplace Sociolla

Perkembangan bisnis digital membuat banyak orang terbiasa membeli kebutuhan sehari-hari lewat marketplace. Salah satu yang berfokus pada produk kecantikan adalah Sociolla, platform asal Indonesia yang berdiri pada 2015 dan dikelola oleh PT Social Bella Indonesia. Sociolla menjual produk perawatan kulit, makeup, perawatan rambut dan tubuh, serta wewangian, baik lewat situs web, aplikasi, maupun gerai fisik.

Artikel ini menganalisis Sociolla dengan lima pertanyaan dari latihan kelompok: jenis marketplace, pelaku transaksi, sumber pendapatan, alur dana dan pesanan, serta cara membangun kepercayaan.

1. Horizontal atau Vertikal?

Sociolla termasuk marketplace vertikal. Marketplace horizontal menjual banyak kategori sekaligus, mulai dari elektronik, fashion, sampai kebutuhan rumah tangga. Sebaliknya, marketplace vertikal fokus pada satu industri dengan pilihan yang dalam dan spesifik.

Buktinya terlihat dari kategori produknya. Hampir seluruh barang di Sociolla berkaitan dengan kecantikan dan perawatan diri: skincare, makeup, haircare, body care, wewangian, dan alat kecantikan. Platform ini umumnya tidak menjual elektronik, fashion umum, atau kebutuhan rumah tangga. Fokus tersebut juga tampak pada pengalaman penggunanya, misalnya ulasan dan rating produk serta konten edukasi seputar kecantikan.

2. B2C, B2B, atau C2C?

Model bisnis Sociolla yang dominan adalah B2C (business to consumer). Penjualnya adalah perusahaan, yaitu Sociolla sendiri dan brand-brand resmi yang bekerja sama dengannya. Pembelinya adalah konsumen individu yang membeli untuk dipakai sendiri.

Sociolla bukan C2C karena individu tidak bisa berjualan bebas di platform seperti pada marketplace terbuka. Sociolla juga bukan B2B karena pembeli bisnis bukan fokus utamanya, meskipun transaksi antara Sociolla dan brand sebagai pemasok tetap terjadi di balik layar.

3. Dua Sumber Pendapatan

Dari beberapa kemungkinan, ada dua sumber pendapatan yang paling relevan bagi Sociolla.

Pertama, margin penjualan produk. Sociolla membeli produk dari brand lalu menjualnya kepada konsumen. Keuntungannya berasal dari selisih antara harga beli dan harga jual, termasuk dari penjualan merek milik sendiri. Pada sumber ini, yang membayar adalah pembeli.

Kedua, iklan dan promosi brand. Brand membayar agar produknya tampil lebih menonjol, misalnya lewat banner, kampanye khusus, penempatan produk, dan konten promosi di platform. Pada sumber ini, yang membayar adalah brand.

4. Alur Dana dan Pesanan

Alur transaksi di Sociolla dapat disederhanakan menjadi lima tahap.

Checkout. Pembeli memilih produk dan melakukan checkout. Pada tahap ini belum ada pergerakan dana.

Bayar. Status pesanan menjadi menunggu pembayaran. Pembeli membayar lewat metode yang tersedia, seperti e-wallet, virtual account, atau kartu.

Proses. Setelah pembayaran diterima, gudang mengemas pesanan. Dana sudah tercatat tetapi belum final.

Kirim. Kurir mengantar paket ke alamat pembeli, dan dana masih diamankan selama proses pengiriman.

Terima. Paket diterima pembeli. Pada tahap ini penjualan diakui dan dana menjadi final. Jika produk bermasalah, pembeli dapat mengajukan retur sesuai kebijakan.

Alur ini disederhanakan, dan detail penyelesaian dana bisa berbeda tergantung metode pembayaran.

5. Membangun Kepercayaan

Dalam belanja online, terlebih untuk produk yang dipakai di kulit dan wajah, kepercayaan sangat menentukan. Ada empat hal yang membantu Sociolla membangunnya.

Pertama, keaslian produk. Sociolla bekerja sama dengan brand resmi, dan produk yang dijual terdaftar di BPOM. Kedua, ulasan dan rating, yang memungkinkan pembeli menilai produk berdasarkan pengalaman pengguna lain sebelum membeli. Ketiga, edukasi lewat konten Beauty Journal yang membantu pembeli memilih produk sesuai kebutuhan. Keempat, layanan dan keamanan, yaitu pembayaran yang aman, layanan pelanggan, dan kebijakan retur.

Kesimpulan

Sociolla adalah marketplace vertikal di bidang kecantikan dengan model bisnis yang dominan B2C. Pendapatannya berasal dari margin penjualan produk dan iklan brand. Transaksinya melewati tahapan checkout, pembayaran, pemrosesan, pengiriman, dan penerimaan, dengan dana yang baru final setelah barang sampai. Kepercayaan pembeli dijaga lewat produk asli, ulasan, edukasi, dan layanan yang jelas. Kombinasi fokus kategori dan kepercayaan inilah yang membuat Sociolla relevan sebagai contoh marketplace vertikal di Indonesia.

Bagikan Reaksi Anda terhadap Berita Ini

Bagikan Artikel Ini

Tugas Kelompok: Kelompok 8 26BDB Model Bisnis Digital

Diskusi Komunitas (0)

Tertarik ikut berdiskusi? Login di sini menggunakan akun Kreator / Editor Anda.
Belum ada komentar diskusi. Jadilah yang pertama memberikan opini cerdas Anda!