Kembali ke Portal Berita
E-Commerce

Membedah Model Bisnis Digital Lazada: Marketplace Multi-Vendor dengan Dua Model Transaksi

EFRIDA DIVANA PUTRI
EFRIDA DIVANA PUTRIKreator Mahasiswa
15 Oktober 2026
3 min read
76 views
Membedah Model Bisnis Digital Lazada: Marketplace Multi-Vendor dengan Dua Model Transaksi

Model Bisnis Digital Lazada: Marketplace

Multi-Vendor di Era E-Commerce

Pendahuluan

Perkembangan teknologi internet telah mengubah cara orang berbelanja. Jika dahulu transaksi jual beli mengharuskan pembeli datang ke toko fisik, kini seluruh prosesnya dapat dilakukan melalui ponsel atau komputer, kapan saja dan di mana saja. Salah satu platform e-commerce yang berperan besar dalam perubahan ini di Asia Tenggara adalah Lazada.

Artikel ini membahas model bisnis digital Lazada secara menyeluruh, mulai dari jenis platform, model transaksi, karakteristik e-commerce yang melekat padanya, infrastruktur yang menopang operasionalnya, hingga alur pembelian yang dilalui konsumen.

1. Jenis Platform: Marketplace Multi-Vendor

Jenis platform utama Lazada adalah marketplace multi-vendor. Artinya, Lazada mempertemukan banyak penjual dengan banyak pembeli dalam satu platform. Lazada tidak hanya menjual produknya sendiri, tetapi menyediakan ruang digital tempat berbagaipenjual, baik merek besar maupun pelaku usaha kecil, dapat memasarkan produknya kepada konsumen. Model ini memberi keuntungan bagi semua pihak. Penjual memperoleh akses ke basis pelanggan yang luas tanpa harus membangun toko online sendiri. Pembeli memperoleh banyak pilihan produk, harga, dan penjual di satu tempat. Sementara itu, Lazada sebagai pengelola platform memperoleh nilai dari ekosistem transaksi yang terjadi di dalamnya.

2. Model Transaksi

Dalam praktiknya, Lazada menjalankan dua model transaksi sekaligus.

B2C (Business to Consumers)

Pada model B2C, Lazada bertindak langsung sebagai penjual atau retailer resmi. Barang dijual dari gudang milik mereka sendiri atau dari distributor kepada konsumen akhir melalui LazMall. LazMall menjadi kanal bagi produk-produk resmi dan merek terpercaya, sehingga konsumen lebih yakin terhadap keaslian barang yang dibeli. Model Bisnis Digital Lazada

C2C (Consumers to Consumers)

Pada model C2C, Lazada menyediakan platform atau pasar digital tempat para penjual independen, seperti UMKM dan toko pihak ketiga, bertemu dan bertransaksi langsung dengan konsumen. Lazada berperan sebagai fasilitator yang menyediakan sistem, keamanan, dan infrastruktur pendukung transaksi. Kombinasi kedua model ini membuat Lazada fleksibel: ada jaminan kualitas dari jalur B2C, sekaligus keragaman produk dari para penjual independen.

3. Karakteristik E-Commerce pada Lazada

Lazada memiliki delapan karakteristik utama teknologi e-commerce, yang sebagian besar sejalan dengan konsep umum dalam bisnis digital.

1. Ubiquity. Lazada dapat diakses kapan saja dan di mana saja selama tersedia koneksi internet. Pembeli tidak terikat jam operasional maupun lokasi toko.

2. Global Reach. Jangkauannya melintasi wilayah, terutama negara-negara di Asia. Satu platform dapat melayani konsumen di berbagai negara.

3. Universal Standards. Lazada menggunakan standar teknologi internet yang sama sehingga dapat diakses melalui berbagai perangkat, baik ponsel, tablet, maupun komputer.

4. Richness. Informasi produk disajikan dalam beragam bentuk, seperti foto, video, deskripsi, dan ulasan, sehingga pembeli memperoleh gambaran yang lebih lengkap.

5. Interactivity. T erdapat interaksi dua arah antara penjual dan pembeli, misalnya melalui fitur chat penjual, kolom ulasan, serta pertanyaan seputar produk.

6. Information Density. Banyak informasi tersedia dalam satu tempat, mulai dari rating, ulasan, harga, promo, stok, spesifikasi, hingga informasi pengiriman. Hal ini memudahkan pembeli membandingkan produk sebelum memutuskan membeli.

7. Personalization. Lazada memberikan rekomendasi produk berdasarkan riwayat pencarian dan pembelian pengguna, sehingga pengalaman berbelanja terasa lebih relevan.

8. Social Technology. Pengguna dapat memberikan rating dan ulasan serta berbagi pengalaman, yang kemudian menjadi bahan pertimbangan bagi calon pembeli lainnya.

4. Infrastruktur Lazada

Agar transaksi berjalan lancar, Lazada ditopang oleh infrastruktur yang dapat dikelompokkan sesuai tahapan yang dialami pengguna.

a. Lihat dan Pilih

Tahap ini berkaitan dengan sisi tampilan (front-end), yaitu aplikasi dan website, LazMall, fitur pencarian, rekomendasi produk, dan flash sale. Inilah "etalase digital" tempat pembeli menjelajahi dan menemukan produk.

b. Kelola Pesanan

Sisi belakang (back-end) mencakup Seller Center, inventori, manajemen pesanan (order management), checkout, voucher, dan sinkronisasi real-time. Sistem ini memastikan stok, harga, dan status pesanan selalu terbarui bagi penjual maupun pembeli.

c. Bayar

Infrastruktur pembayaran meliputi payment gateway, virtual account, dompet digital, COD (bayar di tempat), paylater, serta escrow, yaitu mekanisme dana ditahan oleh platform sampai pesanan diterima pembeli. Escrow melindungi kedua pihak: pembeli aman dari risiko barang tidak sampai, penjual aman dari risiko pembayaran tidak dilakukan.

d. Kirim

Tahap pengiriman didukung logistik dan fulfillment, Lazada Express, kurir pihak ketiga, gudang, dan pelacakan paket. Pembeli dapat memantau posisi barang sejak dikirim hingga tiba. Komponen Pendukung Selain empat tahapan utama, terdapat komponen pendukung yang menjaga kualitas dan kepercayaan pada platform, yaitu keamanan siber, verifikasi akun, deteksi penipuan, CRM, layanan pelanggan, retur, program loyalitas, analitik data, personalisasi, dan dasbor penjual. Komponen-komponen ini memastikan platform aman, responsif terhadap keluhan, dan mampu terus berkembang berdasarkan data perilaku pengguna.

5. Alur Pembelian

Proses pembelian di Lazada berlangsung dalam urutan berikut:

1. Pembeli mencari produk melalui kolom pencarian atau kategori.

2. Pembeli memilih produk yang diinginkan.

3. Pembeli memilih varian dan jumlah, misalnya ukuran, warna, atau kuantitas.

4. Produk dimasukkan ke keranjang.

5. Pembeli melakukan checkout.

6. Pembeli memilih alamat dan metode pembayaran.

7. Pembeli melakukan pembayaran.

8. Penjual memproses pesanan.

9. Produk dikirim melalui jasa logistik.

10. Pembeli menerima produk.

11. Pembeli memberikan rating dan ulasan.

Tahap terakhir memiliki arti penting karena ulasan yang diberikan menjadi informasi bagi calon pembeli berikutnya, sehingga siklus kepercayaan di dalam platform terus terbangun.

Lazada merupakan contoh nyata model bisnis digital berbentuk marketplace multi-vendor yang menggabungkan model B2C melalui LazMall dan model C2C melalui penjual independen. Keunggulannya ditopang oleh karakteristik e-commerce seperti ubiquity, jangkauan luas, kekayaan informasi, interaktivitas, dan personalisasi, serta infrastruktur yang mencakup tampilan, pengelolaan pesanan, pembayaran, dan pengiriman, dengan dukungan keamanan, layanan pelanggan, dan analitik data. Dengan alur pembelian yang sederhana dan terintegrasi, Lazada mampu memberikan pengalaman berbelanja yang praktis bagi konsumen sekaligus membuka peluang pasar yang besar bagi para penjual.

Bagikan Reaksi Anda terhadap Berita Ini

Bagikan Artikel Ini

Tugas Kelompok: Kelompok 1

Diskusi Komunitas (0)

Tertarik ikut berdiskusi? Login di sini menggunakan akun Kreator / Editor Anda.
Belum ada komentar diskusi. Jadilah yang pertama memberikan opini cerdas Anda!