Kembali ke Portal Berita
Teknologi

Shopee sebagai Marketplace: Analisis Model Bisnis, Sumber Pendapatan, Mekanisme Escrow, dan Strategi Kepercayaan di Indonesia

ADINDA ANJANI
ADINDA ANJANIKreator Mahasiswa
15 Oktober 2026
3 min read
28 views
Shopee sebagai Marketplace: Analisis Model Bisnis, Sumber Pendapatan, Mekanisme Escrow, dan Strategi Kepercayaan di Indonesia

Abstrak

Artikel ini menganalisis Shopee sebagai marketplace multi-pihak dengan menggunakan kerangka materi Model Bisnis Digital: definisi marketplace, perbedaannya dengan toko daring satu merek, klasifikasi jenis, sumber pendapatan, alur transaksi dan escrow, serta pembangunan kepercayaan. Analisis memakai data terbaru dari laporan keuangan Sea Limited kuartal II 2026, riset Momentum Works tentang e-commerce Asia Tenggara 2025, ketentuan resmi Shopee, dan pemberitaan media. Hasilnya menunjukkan bahwa Shopee adalah marketplace horizontal berbasis B2C dan C2C yang memperoleh pendapatan dari berbagai sumber, bukan hanya komisi, dan membangun kepercayaan melalui kombinasi Garansi Shopee (escrow), informasi pesanan, serta rating dan ulasan. Artikel ini juga membahas tantangan yang dihadapi, yaitu kenaikan biaya bagi penjual, persaingan dengan TikTok Shop–Tokopedia, dan kewajiban pemungutan pajak oleh marketplace.

Kata kunci: Shopee, marketplace, e-commerce, escrow, model bisnis digital, Indonesia

1. Pendahuluan

Perdagangan melalui platform digital telah menjadi bagian penting dari ekonomi Asia Tenggara. Menurut Momentum Works (2026), nilai transaksi (gross merchandise value/GMV) e-commerce berbasis platform di kawasan ini mencapai US$157,6 miliar pada 2025, tumbuh 22,8% dibanding tahun sebelumnya dan merupakan laju pertumbuhan tercepat dalam empat tahun. Indonesia tetap menjadi pasar terbesar dengan pangsa sekitar 37% dari GMV kawasan.

Di pasar tersebut, Shopee adalah salah satu platform yang paling menonjol. Berbeda dengan toko daring milik satu merek, Shopee tidak menjual semua barang sendiri. Platform ini mempertemukan banyak penjual dengan banyak pembeli, menyediakan teknologi, sistem pembayaran, logistik, dan mekanisme kepercayaan, sementara produk umumnya tetap milik penjual. Karakter inilah yang membuat Shopee layak dianalisis sebagai contoh marketplace.

Artikel ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan Shopee sebagai bentuk khusus e-commerce; (2) membedakan Shopee dari toko daring satu merek; (3) mengklasifikasikan Shopee menurut kategori produk dan pihak yang bertransaksi; serta (4) menguraikan sumber pendapatan, mekanisme transaksi, dan fungsi escrow. Metode yang digunakan adalah studi pustaka terhadap laporan keuangan perusahaan, riset pasar, ketentuan resmi Shopee, peraturan perpajakan, dan pemberitaan. Seluruh sumber dicantumkan dalam daftar pustaka.

2. Landasan Konseptual: Marketplace dan Toko Satu Merek

E-commerce adalah kategori luas aktivitas jual-beli barang, jasa, atau informasi melalui jaringan elektronik. Marketplace adalah salah satu bentuknya, yaitu platform pihak ketiga yang memfasilitasi banyak penjual dan pembeli dalam satu platform digital. Platform memfasilitasi teknologi, transaksi, pembayaran, dan kepercayaan, sedangkan produk umumnya tetap milik penjual (materi kuliah Pertemuan 4: Marketplace).

Perbedaan marketplace dengan toko daring satu merek dapat dilihat pada empat aspek berikut, beserta penerapannya pada Shopee.

Tabel 1. Marketplace dan toko satu merek: penerapan pada Shopee

Aspek

Marketplace (umum)

Toko satu merek

Penerapan pada Shopee

Kepemilikan produk

Umumnya milik penjual/mitra

Milik perusahaan atau merek

Produk dimiliki penjual, baik perorangan maupun brand resmi.

Jumlah penjual

Banyak penjual dalam satu platform

Satu entitas atau merek

Banyak penjual dari berbagai status toko: Non-Star, Star, Star+, dan Shopee Mall.

Sumber pendapatan

Komisi, iklan, langganan, layanan tambahan

Margin penjualan produk sendiri

Biaya administrasi, biaya layanan program, iklan, logistik, dan layanan keuangan (lihat Bagian 6).

Kontrol kualitas

Beragam antarpenjual; butuh rating dan ulasan

Lebih konsisten di bawah satu entitas

Dikelola lewat rating dan ulasan, program Star/Star+, Shopee Mall, dan Garansi Shopee.

Sumber: materi kuliah Pertemuan 4 (kolom 2–3); analisis penulis berdasarkan ketentuan Shopee (kolom 4).

Catatan penting: Shopee juga mencatat pendapatan dari penjualan barang (sales of goods) sebesar US$657,7 juta pada kuartal II 2026 (Sea Limited, 2026). Artinya, sebagian kecil pendapatannya berasal dari penjualan produk, tetapi sebagian besar tetap berasal dari model marketplace, sebagaimana diuraikan pada Bagian 6.

3. Profil dan Perkembangan Shopee

Shopee dimiliki oleh Sea Limited, perusahaan berkantor pusat di Singapura yang sebelumnya dikenal sebagai Garena dan didirikan oleh Forrest Li pada 2009. Shopee diluncurkan di Singapura pada Februari 2015 sebagai marketplace berbasis aplikasi seluler, lalu beroperasi di Indonesia pada Desember 2015 melalui PT Shopee International Indonesia. Pada awalnya Shopee berbentuk marketplace C2C. Setelah meluncurkan Shopee Mall pada 2017, modelnya berkembang menjadi hibrida C2C dan B2C.

Tabel 2. Tonggak perkembangan Shopee

Waktu

Peristiwa

Februari 2015

Shopee diluncurkan di Singapura sebagai marketplace berbasis aplikasi seluler.

1 Desember 2015

Shopee mulai beroperasi di Indonesia.

2017

Peluncuran Shopee Mall untuk brand resmi; Shopee menjadi model hibrida C2C dan B2C.

14 September 2018

Shopee Express (kini dikenal sebagai SPX) mulai beroperasi sebagai layanan pengiriman milik Shopee.

Akhir 2018

Shopee memperoleh izin uang elektronik dari Bank Indonesia dan meluncurkan ShopeePay.

2019

Layanan ShopeePayLater (kini SPayLater) diluncurkan.

Juli 2025

Biaya proses pesanan Rp1.250 per transaksi selesai berlaku untuk pesanan sejak bulan ini.

1 Januari 2026

Struktur biaya administrasi penjual diperbarui menjadi enam kelompok kategori (A–E dan kategori khusus).

11 Agustus 2026

Sea Limited melaporkan kinerja kuartal II 2026: GMV Shopee mencapai rekor US$38,3 miliar.

1 November 2026 (dijadwalkan)

Marketplace mulai memungut PPh Pasal 22 sebesar 0,5% atas penghasilan pedagang sesuai PMK 37/2025.

Sumber: Universitas Diponegoro (t.t.); Universitas Islam Negeri Banten (t.t.); Telkomsel (t.t.); Wikipedia (2026); Miftahudin (2026); Sea Limited (2026); Periskop (2026).

4. Klasifikasi Shopee

4.1 Berdasarkan Kategori Produk: Horizontal

Marketplace horizontal menawarkan berbagai kategori produk dalam satu platform, sedangkan marketplace vertikal berfokus pada satu kategori atau industri. Pembeda utamanya adalah keluasan kategori, bukan banyaknya penjual. Shopee termasuk marketplace horizontal. Buktinya terlihat dari struktur biaya administrasi resmi Shopee yang mencakup kategori yang sangat beragam, yaitu fashion, produk konsumen cepat laku (FMCG), elektronik, perawatan kulit, susu formula, suplemen, logam mulia, perhiasan, hingga e-money dan tiket (Miftahudin, 2026).

4.2 Berdasarkan Pihak yang Bertransaksi: B2C dan C2C

Klasifikasi ini menjawab pertanyaan: pihak mana yang bertransaksi? Shopee melayani dua jenis transaksi sekaligus.

•       B2C (Business to Consumer). Brand atau retailer melayani konsumen akhir melalui toko resmi (official store) Shopee Mall. Produk di Shopee Mall diberi penanda keaslian dan, menurut Shopee, pembeli yang menerima produk tidak original berhak atas pengembalian barang atau dana (detikInet, 2023).

•       C2C (Consumer to Consumer). Penjual perorangan menjual kepada pembeli individu. Penjual berstatus Non-Star, Star, dan Star+ merupakan contohnya. Program Star diberikan sebagai bentuk apresiasi bagi penjual aktif dengan layanan baik, sedangkan Star+ untuk penjual Star dengan performa unggul (Katadata, 2025).

Dengan demikian, Shopee dapat disebut marketplace horizontal dengan basis B2C dan C2C. Tidak ditemukan indikasi bahwa Shopee berfokus pada transaksi B2B murni, sehingga klasifikasi B2B tidak relevan untuk analisis ini.

5. Ekosistem dan Pihak yang Terlibat

Transaksi di Shopee melibatkan tiga pihak utama dalam satu rangkaian: pembeli yang mencari produk, penjual yang mengelola stok, menerima pesanan, dan mengemas barang, serta platform yang menyediakan pencarian, pembayaran, dan sistem kepercayaan. Di sekelilingnya, Shopee membangun ekosistem layanan pendukung:

•       Logistik. SPX (sebelumnya Shopee Express) beroperasi sejak 2018. Dalam laporan kuartal II 2026, Sea menyebut kenaikan biaya pendapatan Shopee terutama didorong oleh biaya logistik seiring pertumbuhan volume pesanan serta investasi pada kemampuan logistik (Sea Limited, 2026).

•       Pembayaran dan pembiayaan. ShopeePay sebagai uang elektronik dan SPayLater sebagai layanan bayar nanti. Unit layanan keuangan digital Sea bernama Monee.

•       Iklan dan promosi. Shopee Ads memungkinkan penjual membayar untuk meningkatkan visibilitas produk.

•       Konten dan hiburan. Pesanan yang berasal dari siaran langsung dan video pendek tumbuh lebih dari 50% secara tahunan pada kuartal II 2026 dan mencakup lebih dari 25% pesanan barang fisik Shopee di Asia Tenggara (Sea Limited, 2026b).

•       Keanggotaan. Program Shopee VIP menyumbang 24% GMV Shopee di Asia pada kuartal II 2026 (Sea Limited, 2026b).

6. Sumber Pendapatan Shopee

Pendapatan marketplace tidak harus berasal dari satu sumber, dan ketentuan tiap platform berbeda. Pada Shopee, sumber pendapatan dapat dikelompokkan sebagai berikut.

6.1 Komisi Transaksi (Biaya Administrasi)

Komisi adalah bagian dari transaksi berhasil yang diambil platform. Mulai 1 Januari 2026, Shopee menetapkan biaya administrasi berdasarkan kategori produk, dihitung dari harga netto produk setelah diskon: biaya admin = harga netto produk × persentase biaya admin (Miftahudin, 2026).

Tabel 3. Biaya administrasi penjual Non-Star, Star, dan Star+ (berlaku mulai 1 Januari 2026)

Kategori

Contoh produk

Biaya administrasi

A

Fashion, FMCG, lifestyle tertentu

10,0%

B

Elektronik, perawatan kulit tertentu

9,0% – 9,5%

C

Susu formula, suplemen

6,5% – 6,75%

D

Elektronik high-end

5,25%

E

Logam mulia, perhiasan berharga

4,25%

Khusus

E-money, tiket

2,5%

Sumber: Miftahudin (2026), mengutip Shopee Indonesia. Tarif dapat berbeda menurut sub-kategori. Untuk Shopee Mall, rentang tarif dilaporkan 2,5% hingga 11,7% (Salesmetrix, 2026).

Sebagai contoh, seorang penjual menjual jaket seharga Rp250.000 dengan diskon Rp50.000. Harga netto adalah Rp200.000. Karena jaket termasuk kategori A, biaya admin 10% adalah Rp20.000, sehingga penjual menerima Rp180.000 sebelum biaya lainnya (Miftahudin, 2026).

6.2 Biaya Layanan dan Program

Selain biaya administrasi, Shopee mengenakan beberapa biaya lain kepada penjual (Miftahudin, 2026):

•       Biaya proses pesanan: Rp1.250 per transaksi yang terselesaikan, berlaku untuk pesanan yang dibuat sejak Juli 2025.

•       Biaya layanan produk pre-order: 3% per kuantitas produk sejak Januari 2026, dengan pengecualian untuk kategori tertentu seperti barang custom dan kerajinan tangan.

•       Biaya layanan SPayLater Xtra 0%: 2,5% untuk tenor 3 bulan dan 4,0% untuk tenor 6 bulan.

•       Program Gratis Ongkir XTRA dan Promo XTRA: biaya layanan dihitung dari total penjualan setelah dikurangi diskon produk.

6.3 Iklan dan Promosi

Penjual dapat membayar untuk meningkatkan visibilitas produk melalui Shopee Ads. Pada kuartal II 2026, manajemen Sea menyebut pendapatan Shopee tumbuh didorong oleh pertumbuhan GMV dan peningkatan monetisasi (Sea Limited, 2026). Pendapatan Shopee tumbuh 48,9% pada kuartal tersebut, jauh lebih cepat daripada GMV yang tumbuh 28%, yang menunjukkan bahwa platform memperoleh lebih banyak pendapatan dari setiap nilai transaksi.

6.4 Logistik dan Layanan Keuangan Digital

Layanan pengiriman terintegrasi (SPX) dan layanan keuangan merupakan sumber nilai tambahan. Unit layanan keuangan digital Sea, Monee, membukukan pendapatan US$1,4 miliar pada kuartal II 2026, naik 59% secara tahunan (Sea Limited, 2026b). Monee melayani ekosistem yang lebih luas daripada Shopee, sehingga angka ini tidak boleh dibaca sebagai pendapatan Shopee Indonesia.

6.5 Gambaran Kinerja Keuangan Shopee

Tabel 4. Kinerja Shopee, kuartal II 2026 (seluruh wilayah operasi)

Indikator

Nilai

Pertumbuhan tahunan

GMV

US$38,3 miliar

+28%

Pesanan kotor (gross orders)

4,2 miliar

+27,5%

Pendapatan Shopee (GAAP)

US$5,6 miliar

+48%

Pendapatan marketplace (GAAP)

US$4,9 miliar

+49%

Pendapatan penjualan barang (sales of goods)

US$657,7 juta

+42,8%

Adjusted EBITDA Shopee

US$255 juta

+12%

Sumber: Sea Limited (2026, 2026b). Pendapatan marketplace sekitar 88% dari total pendapatan Shopee (perhitungan penulis: US$4,9 miliar dari US$5,6 miliar). Sea tidak memerinci angka-angka ini per negara dalam sumber yang dirujuk.

Untuk keseluruhan 2026, manajemen mempertahankan proyeksi pertumbuhan GMV Shopee sekitar 25% dan menargetkan adjusted EBITDA Shopee melebihi US$1 miliar (MarketBeat, 2026). Perlu dicatat bahwa EBITDA kuartal II baru US$255 juta, sehingga target tersebut menuntut peningkatan profitabilitas pada semester kedua.

7. Alur Transaksi dan Fungsi Escrow

Transaksi di Shopee berjalan dalam lima tahap yang sejalan dengan kerangka materi kuliah:

1.     Cari produk. Pembeli menemukan produk melalui pencarian, kategori, atau rekomendasi.

2.     Pesan dan bayar. Pembayaran tidak langsung diterima penjual, tetapi ditahan sementara oleh Shopee.

3.     Kirim. Penjual menyiapkan pesanan dan mitra logistik mengantarnya.

4.     Konfirmasi. Pembeli mengonfirmasi pesanan diterima, lalu dana diteruskan ke penjual sesuai alur platform.

5.     Ulasan. Pembeli memberi rating dan ulasan yang membantu calon pembeli lain.

7.1 Garansi Shopee sebagai Mekanisme Escrow

Escrow adalah mekanisme penahanan dana oleh pihak ketiga hingga kewajiban kedua belah pihak terpenuhi. Di Shopee, mekanisme ini dikenal sebagai Garansi Shopee. Menurut ketentuan resmi Shopee, Garansi Shopee adalah fitur di mana pembayaran kepada penjual ditahan sementara oleh Shopee selama masa garansi, dan dana diteruskan ke penjual ketika pesanan telah diterima dengan baik dan sampai di lokasi pengiriman (Shopee Indonesia, t.t.). Ketentuan pokoknya adalah:

•       Masa garansi dihitung berdasarkan hari pengiriman penjual dan perkiraan waktu pengiriman, dimulai dari tanggal konfirmasi pembayaran.

•       Pesanan belum dikirim: jika penjual tidak mengirim dalam masa garansi, pembayaran dikembalikan otomatis kepada pembeli. Pembeli dapat memperpanjang masa garansi satu kali selama 3 hari.

•       Pesanan sudah dikirim: konfirmasi penerimaan atau pengajuan pengembalian hanya dapat dilakukan dalam masa garansi. Jika tidak ada tindakan, dana otomatis diteruskan ke penjual saat masa garansi berakhir. Pembeli yang belum menerima pesanan dapat memperpanjang masa garansi satu kali selama 3 hari.

•       Jika pengajuan pengembalian dana disetujui, Shopee menyatakan pembeli menerima pengembalian dana dalam 1×24 jam hari kerja (detikInet, 2023).

7.2 Garansi Bebas Pengembalian

Pada 2024, Shopee memperluas perlindungan melalui Garansi Bebas Pengembalian. Pembeli dapat mengembalikan barang tidak hanya ketika pesanan tidak sesuai, tetapi juga ketika berubah pikiran, selama mengikuti syarat dan ketentuan. Penjual tidak menanggung ongkos kirim pengembalian, dan berwenang menolak pengembalian yang tidak sesuai ketentuan serta mengajukan banding jika pembeli terbukti melanggar (Antara, 2024).

7.3 Fungsi Escrow bagi Kedua Pihak dan bagi Pajak

Escrow melindungi kedua pihak. Pembeli terlindungi karena dana belum sampai ke penjual sebelum pesanan diterima. Penjual terlindungi karena pembayaran sudah dikonfirmasi platform sebelum barang dikirim, sehingga risiko pembeli tidak membayar dapat dikurangi. Fungsi ini terutama penting pada pasar yang pembeli dan penjualnya belum saling mengenal.

Escrow juga berkaitan dengan perpajakan. Menurut PMK 37/2025, PPh Pasal 22 dianggap terutang pada saat pembayaran diterima oleh pihak marketplace, bukan oleh penjual (Pajakku, 2025). Dengan kata lain, pungutan pajak melekat pada titik ketika dana pembeli masuk ke sistem platform.

8. Membangun Kepercayaan di Sepanjang Transaksi

Kepercayaan merupakan modal utama marketplace karena kualitas antarpenjual beragam. Pada Shopee, kepercayaan dibangun melalui beberapa lapisan yang bekerja di sepanjang transaksi, bukan oleh satu fitur tunggal.

•       Escrow (Garansi Shopee) mengurangi risiko pembayaran saat pembeli dan penjual belum saling mengenal.

•       Informasi pesanan berupa status pesanan dan pengiriman membuat proses lebih dapat dipantau.

•       Rating dan ulasan menjadikan pengalaman pembeli sebelumnya sebagai sinyal bagi calon pembeli.

•       Status penjual seperti Star, Star+, dan Shopee Mall memberi sinyal kualitas tambahan dan, pada Shopee Mall, jaminan produk original (detikInet, 2023).

•       Kebijakan pengembalian seperti Garansi Bebas Pengembalian menurunkan risiko bagi pembeli.

Kepercayaan bergantung pada aturan transaksi, layanan, dan pengalaman yang konsisten. Jika salah satu lapisan lemah, misalnya pengembalian dana yang lambat atau ulasan yang tidak dapat dipercaya, kepercayaan keseluruhan dapat menurun.

9. Posisi Pasar dan Persaingan

Shopee memimpin pasar e-commerce di Indonesia dan Asia Tenggara. Tabel berikut merangkum indikator utama dari beberapa sumber. Perbedaan angka antarsumber wajar karena metodologi yang berbeda (misalnya cakupan platform, merek yang dilacak, dan periode).

Tabel 5. Indikator posisi pasar Shopee

Indikator

Nilai

Sumber

GMV e-commerce platform Asia Tenggara 2025

US$157,6 miliar (+22,8%)

Momentum Works (2026)

Pangsa Indonesia dari GMV platform kawasan

Sekitar 37%

Momentum Works (2026)

Pangsa Shopee dari GMV platform Asia Tenggara 2025

Sekitar 53%

Momentum Works (2026), dikutip Digital in Asia (2026)

Pangsa Shopee dari GMV gabungan Shopee, Lazada, TikTok Shop (SEA-6) 2025

59%

Cube (2026)

Pangsa GMV e-commerce Indonesia 2025: Shopee vs Tokopedia–TikTok Shop

Sekitar 54% vs 38%

Estimasi Momentum Works, dikutip Jangkar (2026)

Pangsa Shopee dari GMV yang dilacak di Indonesia (tiga bulan hingga Mei 2026)

61,5%

Magpie IQ (2026)

Kunjungan situs Shopee per bulan, kuartal III 2026

152,6 juta (52% dari 100 platform yang diukur)

IDN Times (2026), riset seedbacklink

Catatan: angka pangsa pasar adalah estimasi pihak ketiga, bukan data resmi perusahaan, sehingga metodologinya berbeda.

Pesaing utama Shopee di Indonesia adalah gabungan TikTok Shop dan Tokopedia. Menurut Momentum Works, GMV TikTok Shop yang digabung dengan Tokopedia setara sekitar dua pertiga GMV Shopee di Asia Tenggara (TechNode Global, 2026). Kekuatan pesaing ini terletak pada penemuan produk melalui konten dan kreator, sedangkan Shopee unggul pada keluasan kategori dan logistik (Locality Partners, 2026). Perdagangan berbasis konten sendiri sudah menyumbang US$49,7 miliar atau 32% GMV platform di kawasan pada 2025, naik dari 20% pada 2024 (Momentum Works, 2026). Shopee merespons melalui siaran langsung, video pendek, dan program keanggotaan VIP.

10. Tantangan dan Isu yang Dihadapi

1.     Beban biaya penjual. Biaya administrasi dinaikkan mulai 1 Januari 2026 dengan tarif tertinggi 10% untuk kategori A, ditambah biaya proses pesanan, biaya program, dan potensi biaya iklan. Penjual perlu menghitung ulang margin agar tidak menjual rugi. Sumber industri melaporkan bahwa penghapusan masa bebas biaya administrasi untuk penjual baru berlaku untuk produk pertama yang diunggah mulai 1 Agustus 2026 (Salesmetrix, 2026b); kelompok sebaiknya memverifikasi hal ini ke Pusat Edukasi Penjual Shopee.

2.     Kewajiban perpajakan. PMK 37/2025 menunjuk marketplace sebagai pemungut PPh Pasal 22 sebesar 0,5% dari peredaran bruto penjual dalam negeri. Penunjukan mencakup Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Blibli. Penjual orang pribadi dengan omzet sampai Rp500 juta per tahun dapat dikecualikan dengan menyampaikan surat pernyataan bermeterai. Pemungutan sempat dijadwalkan lebih awal, kemudian ditunda sampai 31 Oktober 2026 dan dimulai 1 November 2026 menurut pengumuman DJP (Periskop, 2026; Journalarta, 2026). DJP menegaskan aturan ini tidak menciptakan pajak baru, tetapi mengubah mekanisme penyetoran (MUC Consulting, 2026).

3.     Persaingan konten dan harga. Pertumbuhan TikTok Shop–Tokopedia dan perdagangan berbasis konten menuntut Shopee terus berinvestasi pada pengalaman pengguna dan logistik, yang tercermin pada naiknya biaya pendapatan Shopee sebesar 51,9% pada kuartal II 2026 (Sea Limited, 2026).

4.     Konsistensi kualitas dan kepercayaan. Karena penjualnya banyak, kualitas layanan antarpenjual beragam. Platform harus menjaga keandalan escrow, kecepatan pengembalian dana, dan keaslian ulasan agar kepercayaan tetap terjaga.

11. Kesimpulan

Shopee adalah contoh marketplace horizontal dengan basis B2C dan C2C, yang berperan sebagai perantara teknologi, transaksi, pembayaran, dan kepercayaan, sementara produk umumnya tetap milik penjual. Berbeda dengan toko satu merek yang memperoleh margin dari produknya sendiri, Shopee menangkap nilai dari layanan yang diberikan kepada penjual dan pembeli, yaitu biaya administrasi, biaya layanan program, iklan, logistik, dan layanan keuangan digital.

Data kuartal II 2026 menunjukkan bahwa model ini masih bertumbuh: GMV Shopee mencapai US$38,3 miliar (+28%) dan pendapatannya tumbuh 48%, lebih cepat daripada GMV, yang menandakan monetisasi yang semakin baik. Mekanisme Garansi Shopee yang menahan dana sampai pesanan diterima, informasi pesanan, serta rating dan ulasan menjadi lapisan kepercayaan yang memungkinkan transaksi antara pihak yang tidak saling kenal.

Ke depan, Shopee menghadapi tantangan berupa beban biaya bagi penjual, kewajiban pemungutan pajak, dan persaingan ketat dari TikTok Shop–Tokopedia. Keberhasilan jangka panjangnya akan bergantung pada kemampuannya menjaga keseimbangan antara monetisasi, kepuasan penjual, dan kepercayaan pembeli.

 

 

Daftar Pustaka

Antara. (2024). Shopee hadirkan fitur Garansi Bebas Pengembalian. https://gorontalo.antaranews.com/berita/236355/shopee-hadirkan-fitur-garansi-bebas-pengembalian

Cube. (2026). Shopee, Lazada, and TikTok Shop in Southeast Asia: What the data shows in 2026. https://cube.asia/shopee-lazada-and-tiktok-shop-in-southeast-asia-what-the-data-shows-in-2026/

detikInet. (2023, 30 September). Makin aman, kini ada perlindungan ekstra Garansi Shopee buat pelanggan. https://inet.detik.com/business/d-6957884/makin-aman-kini-ada-perlindungan-ekstra-garansi-shopee-buat-pelanggan

Digital in Asia. (2026). TikTok Shop & Shopee GMV tracker: SEA 2026. https://digitalinasia.com/tiktok-shop-shopee-gmv-tracker/

IDN Times. (2026). Shopee catat 152,6 juta kunjungan di Indonesia. https://www.idntimes.com/business/economy/shopee-lampaui-e-commerce-indonesia-02-4rhw2-rfj4q9

Jangkar. (2026). Marketplace Indonesia 2026: Siapa yang menguasai pasar? https://jangkar.io/blog/marketplace-indonesia-2026/

Journalarta. (2026, 10 Oktober). 4 e-commerce ini bakal resmi pungut pajak mulai 1 November 2026, Shopee hingga Blibli. https://journalarta.com/news/2026/10/10/4-e-commerce-ini-bakal-resmi-pungut-pajak-mulai-1-november-2026-shopee-hingga-blibli/

Katadata. (2025). Daftar biaya dalam transaksi Shopee bagi penjual ataupun pembeli. https://katadata.co.id/amp/digital/e-commerce/685a7d4856939/daftar-biaya-dalam-transaksi-shopee-bagi-penjual-ataupun-pembeli/

Locality Partners. (2026). Indonesia e-commerce competitor landscape 2026: Shopee, TikTok-Tokopedia, Lazada and beyond. https://www.localitypartners.com/insights/indonesia-ecommerce-competitor-landscape.html

Magpie IQ. (2026). Indonesia e-commerce market size & growth 2024–2026. https://magpieiq.com/data/indonesia-ecommerce-market-size-2026/

MarketBeat. (2026). SE Q2 2026 earnings report on 8/11/2026. https://www.marketbeat.com/earnings/reports/2026-8-11-sea-limited-stock/

Miftahudin, H. (2026, 25 Januari). Shopee kerek biaya admin mulai 2026, segini nominalnya. Metro TV. https://www.metrotvnews.com/read/NxGCP3en-shopee-kerek-biaya-admin-mulai-2026-segini-nominalnya

Momentum Works. (2026, 14 April). Southeast Asia’s platform ecommerce reaches US$157.6B in 2025. https://thelowdown.momentum.asia/new-report-southeast-asias-platform-ecommerce-reaches-us157-6b-in-2025-with-top-platforms-expanding-share-to-98-8/

MUC Consulting. (2026). Hal-hal yang perlu diperhatikan merchant soal pemungutan PPh 22 oleh marketplace. https://muc.co.id/id/article/hal-hal-yang-perlu-diperhatikan-merchant-soal-pemungutan-pph-22-oleh-marketplace

Pajakku. (2025). PMK 37/2025: Marketplace kini jadi pemungut pajak. https://pajakku.com/artikel/pmk-372025-marketplace-kini-jadi-pemungut-pajak

Periskop. (2026, 18 September). PPh marketplace 0,5% berlaku 1 November, seller omzet hingga Rp500 juta dikecualikan. https://periskop.id/perdagangan/20260918/pph-marketplace-05-berlaku-1-november-seller-omzet-hingga-rp500-juta-dikecualikan

Salesmetrix. (2026a). Biaya admin Shopee 2026: Rincian per kategori. https://salesmetrix.id/blog/berapa-biaya-admin-shopee-2026

Salesmetrix. (2026b). Biaya admin Shopee 2025 & 2026 terbaru: Rincian fee per kategori. https://salesmetrix.id/fee-shopee

Sea Limited. (2026, 11 Agustus). Sea Limited reports second quarter 2026 results. https://www.nasdaq.com/press-release/sea-limited-reports-second-quarter-2026-results-2026-08-11

Sea Limited. (2026b, 11 Agustus). Sea Limited (SE) Q2 2026 earnings call transcript. The Motley Fool. https://www.fool.com/earnings/call-transcripts/2026/08/11/sea-limited-se-q2-2026-earnings-call-transcript/

Shopee Indonesia. (t.t.). Syarat & cara kerja jaminan pengembalian barang/dana. https://shopee.co.id/inspirasi-shopee/?p=132499

S1 Bisnis Digital FEB UNPAS. (t.t.). Pertemuan 4: Marketplace [Materi kuliah].

TechNode Global. (2026, 14 April). Southeast Asia’s ecommerce market up 22.8 percent year on year to $157.6B in 2025: Momentum Works. https://technode.global/2026/04/14/southeast-asias-ecommerce-market-up-22-8-percent-year-on-year-to-157-6b-in-2025-momentum-works/

Telkomsel. (t.t.). Shopee Express: Pengertian, layanan, dan keuntungan. https://www.telkomsel.com/jelajah/jelajah-lifestyle/shopee-express-pengertian-layanan-dan-keuntungan

Universitas Diponegoro. (t.t.). Deskripsi marketplace Shopee [Bab II, skripsi]. https://eprints.undip.ac.id/84053/3/BAB_II.pdf

Universitas Islam Negeri Banten. (t.t.). Gambaran umum ShopeePayLater [Bab II, skripsi]. https://repository.uinbanten.ac.id/7912/4/BAB%20II.pdf

Wikipedia. (2026). Shopee. https://en.wikipedia.org/wiki/Shopee

Bagikan Reaksi Anda terhadap Berita Ini

Bagikan Artikel Ini

Tugas Kelompok: KELOMPOK 6 MODEL BISNIS DIGITAL 26BDA

Diskusi Komunitas (0)

Tertarik ikut berdiskusi? Login di sini menggunakan akun Kreator / Editor Anda.
Belum ada komentar diskusi. Jadilah yang pertama memberikan opini cerdas Anda!